Cara Ampuh Mengatasi Gugup Dalam Interview Kerja

Sobat, ketika Anda mendapat panggilan wawancara kerja dari sebuah perusahaan, tentu saja Anda harus mempersiapkan diri untuk wawancara itu, bukan? Wawancara ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau melalui telepon atau panggilan video. Namun, perusahaan biasanya cenderung melakukan wawancara langsung dengan calon kandidat sehingga calon tersebut dapat merasakan suasana kerja, budaya perusahaan.
Apa yang harus disiapkan untuk lulus wawancara kerja?

1. Review perusahaan terlebih dahulu
Sebelum melakukan wawancara, pastikan Anda telah meneliti perusahaan, mencoba mencari informasi tentang visi dan misi perusahaan, keunggulan mereka, dan keunikan mereka. Bahkan lebih baik jika Anda tahu apa lanskap industri atau perusahaan itu, siapa pesaingnya, dan apa yang membuat perusahaan itu berbeda dari yang lain. Selain itu, Anda juga dapat menghubungkan nilai-nilai perusahaan dengan minat pribadi Anda.

Misalnya, perusahaan memiliki visi dan misi untuk mengembangkan pendidikan Indonesia, dan ini sama dengan minat Anda, yaitu mendidik anak-anak bangsa. Nah, tentu saja ini sesuai dengan yang Anda harapkan bukan? Jadi, cobalah menggali lebih dalam tentang isu-isu terbaru tentang perusahaan, sehingga Anda memahaminya lebih dalam sehingga saat melakukan wawancara, Anda tidak lagi gugup.

2. Ketahui kekuatan dan kelemahan Anda
Selanjutnya, pastikan Anda tahu apa kekuatan dan kelemahan Anda, karena biasanya salah satu pertanyaan yang diajukan oleh perekrut adalah kekuatan dan kelemahan Anda. Saat menghadapi pertanyaan ini, pastikan Anda menjelaskannya dengan baik. Mulai dari keahlian Anda, misalnya, Anda adalah pakar di bidang komunikasi, analisis, pemasaran, dan lainnya.

Jelaskan keahlian tersebut secara lebih spesifik sehingga pewawancara tahu bahwa keahlian tersebut memang terbukti. Misalnya, Anda menggunakan SEO dalam melakukan kegiatan pemasaran di tempat magang atau tempat kerja sebelumnya. Coba ceritakan sedikit tentang pengalaman Anda, sehingga perekrut memahami dengan jelas pengalaman dan keterampilan Anda.

Untuk kelemahan Anda, Anda mungkin takut untuk menjawab salah, karena takut bahwa perusahaan malah akan menatap Anda satu mata dan membatalkan untuk merekrut. Untuk pertanyaan ini, cobalah untuk menjawab kekurangan Anda yang tidak terkait dengan posisi yang Anda lamar. Misalnya, Anda ingin mendaftar di bidang Pemasaran yang mengharuskan Anda berbicara banyak dan bertemu banyak orang, Anda dapat menyebutkan bahwa kekurangan Anda bekerja di belakang komputer dan kurang komunikasi dengan orang lain.

Selain itu, coba jelaskan kelemahan Anda secara perlahan tentang kelemahan ini dan berikan solusi langsung untuk kelemahan Anda. Misalnya, kelemahan Anda tidak dapat fokus pada beberapa pekerjaan sekaligus, tetapi Anda dapat mengatasinya dengan mengatur pekerjaan mana yang lebih penting dan perlu prioritas terlebih dahulu.

3. Nyatakan tujuan pencapaian saat bekerja
Teman, ketika Anda melakukan wawancara, jangan lupa untuk mengatakan apa yang Anda inginkan menjadi tujuan Anda ketika bekerja di perusahaan. Jelaskan tujuan ini secara lebih spesifik, misalnya Anda dapat menjelaskan keterampilan apa yang ingin Anda pelajari di perusahaan, atau Anda juga dapat mengatakan bahwa Anda ingin mencoba sesuatu yang baru di perusahaan. Pastikan Anda menjelaskan tujuan bersama dengan bagaimana Anda mencapainya sehingga perekrut tahu tujuan Anda dengan jelas.

4. Cara mempresentasikan diri ke perusahaan
Berikutnya adalah bagaimana Anda mempresentasikan diri kepada perusahaan. Misalnya, dengan apa yang Anda kenakan saat melakukan wawancara, sesuaikan pakaian ini dengan budaya perusahaan, misalnya jika perusahaan adalah startup yang biasanya karyawan mengenakan pakaian kasual saat bekerja, maka Anda dapat melakukan hal yang sama ketika melakukan wawancara di perusahaan, gunakan pakaian kasual tapi tetap sopan, misalnya mengenakan atasan polo yang dipadukan dengan bahan celana.

Jangan salah kostum, sobat. Selain itu, Anda juga harus tiba tepat waktu, atau lebih baik jika Anda datang jauh sebelum wawancara sehingga Anda bisa mengamati bagaimana suasana perusahaan sehingga Anda bisa menyesuaikan diri agar tidak terlalu gugup ketika melakukan wawancara.

Comments

Popular Posts